Feeds:
Pos
Komentar

LONG LIFE LEARNING

Hai kaum beriman, maukah Aku tunjukkan

suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari siksa yang amat pedih?

Hendaklah kamu beriman kepada Allah dan rasulNya, dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu.

Itulah (perniagaan) yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

QS. As-shaff [61]:10-11

Isyarat Alqur’an jelas bahwa permainan niaga dalam praksis perekonomian adalah ekspresi aktivitas, kreativitas dan keyakinan tauhid masyarakat. Landasan iman kokoh yang disertai dengan mengikuti cara niaga Rasul Muhammad SAW, mau berjihad dengan harta dan jiwa adalah kunci prinsip keberhasilan usaha termasuk dalam kegiatan ekonomi. Sedang pebisnis sukses yang tiada merugi, menurut QS Faathir [35]:29 adalah mereka yang selalu membaca kitab suci Allah, mendirikan shalat dan sudi menafkahkan sebagian rizki dengan diam-diam atau terang-terangan. ML Learning dan LL Learning sama-sama merupakan upaya pembelajaran individu menjadi baik dan persiapan bekal kematian. ML Learning sebagai proses pembelajaran lintas sekolah yang diinspirasi MLM, sedang LL Learning sebagai pembelajaran lintas usia menuju kematian seperti dijelaskan terdahulu pada halaman buku ini yang makna praktisnya semacam long life education 52.

Makna terpenting dari wadah belajar diatas adalah substansi belajar itu sendiri. Yakni gambar keutuhan proses pembelajaran hidup di masa datang agar seseorang tetap menentukan sikap belajarnya selalu berubah menjadi baik, optimis, peduli lingkungan, lebih bernilai, jujur, kreatif dan dinamis. Sementara itu problematik dunia pendidikan tak kunjung memudahkan tapi malah menyusahkan masyarakat dengan beaya sekolah yang terus meningkat, harga-harga kebutuhan belajar yang kian tinggi dan sulitnya masyarakat memperoleh akses belajar yang baik. Solusinya dibutuhkan pemasyarakatan belajar mandiri berbeaya murah tanpa ketergantungan berlebihan pada pihak lain dan sekaligus mengangkat harkat ekonomi mereka. Untuk menjalani dinamika masalah yang demikian kompleks itulah peran wadah belajar diatas perlu ditonjolkan, meski sebetulnya masyarakat telah memiliki minat belajar yang cukup namun masih dibutuhkan lagi respons pemerintah memfasilitasi mereka dengan sarana belajar memadai seperti ketersediaan Perpustakaan Umum.

Harian Kompas edisi 2 April 2008 menyebut fakta, bahwa 190 Kabupaten/Kota tak memiliki perpustakaan umum, untuk itu perlu Perputakaan Mobil minimal menjajakan 19.000 buku bacaan pembelajaran. Sekolah formal tersaingi naluri ekonomi Lembaga Bimbingan Belajar yang berbeaya tinggi, tapi kreatif bervariasi dalam melayani minat belajar masyarakat, hal ini tak lepas dari kebijakan UAN SMP-SMA menyangkut ketentuan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN). Masyarakat berkomentar dan mengkritik, bahwa Ujian Akhir Nasional tidak membantu mereka mendapatkan kesempatan kerja bagi masa depan anak, namun tetap saja UAN berjalan terus.

Maka sikap mental mandiri perlu dikobarkan untuk selalu belajar demi perubahan masyarakat menjadi baik di dalam kondisi apapun, dengan atau tanpa bantuan pemerintah. Di luar institusi sekolah, masih ada lembaga bimbingan belajar yaitu sarana kursus BLK, perpustakaan, pondok pesantren yang murah, Lembaga Swadaya Masyarakat dan jaringan MLM dengan banyak pilihan. MLM juga mampu memberi langsung apa yang dibutuhkan masyarakat. Mereka sendiri akan menentukan minat dan arah pembelajaran yang diinginkan untuk mengatasi kompleksnya persoalan hidup dan keterbatasan sumber daya alam.

Fakta memilukan diungkap Dewan Redaksi Media Group tulisan Toeti Adhitama 12 September 2008, bahwa sejak 2007 buta aksara di Indonesia turun 1,7 juta orang menjadi 10,1 juta, sekitar 7 juta di antaranya perempuan. Sementara itu International Educational Achievement mencatat kemampuan membaca siswa Indonesia paling rendah menempati urutan ke-38 di kawasan ASEAN. Kesimpulan itu diambil dari penelitian atas 39 negara. Dua hal itu menyebabkan United Nations Development Program (UNDP) menempatkan Indonesia pada urutan rendah dalam hal pembangunan sumber daya manusia. Maka pendidikan masa datang seterusnya hanya bisa bertumpu pada sumber energi alternatif karena minyak bumi habis. Majalah Intisari edisi April 2008 halaman 170 yang menukil buku James Carton, Ph.D., The Extreme Future: The Top Trends that Will Reshape the Wolrd in the Next 20 Years (2007) menyebut bahwa dunia mendatang akan banyak berubah karena 10 tren, antara lain

Era mendatang ditentukan oleh Cina, raksasa populasi dan sekaligus raksasa dalam konsumsi semua sumber daya dunia.

Bukankah semua kecenderungan masa depan dunia prediksi futurolog diatas membenarkan trend perebutan pekerja terampil berkualitas dan tahan banting? Disebutkan top jobs tahun 2015 meliputi bidang neuromedis, ilmuan quantum, pelaku bisnis real-time, pemasar jaringan on-line, terapis peningkat kesehatan dan ahli kanker. Bisnis jaringan real-time dan pemasaran on-line keduanya merupakan praktek kegiatan Multi Level Marketing, maka pelaku bisnis ini masa datang mau tak mau harus memperhitungkan upaya peningkatan kecakapan pribadi melalui Multi Level Learning dalam rangka pencapaian final pembelajaran manusia (Long Life Learning). MLM dan MLL akan mengantar kejujuran pembelajaran manusia menjalani hidup yang sebenar-benarnya. Pemahaman pada yang pertama akan mempermudah seseorang menjalani proses belajar kedua, yakni pembelajaran multi ruang dan waktu mengikuti nalurinya. Toh peningkatan usia dan aktivitas bisnis akan memaksa manusia untuk belajar menjadi sempurna material-spiritual menuju kesejatian pembelajaran. Benar MLM bukan agama, namun tanpanya seorang pemain MLM akan rusak tanpa kendali moral mengatasi nafsunya. Kalaulah demikian mengapa harus mengaburkan kegiatan duniawi serta pembelajaran ini tanpa mensinergikannya dengan kepentingan substansial manusia yakni mempersiapkan dirinya menjumpai Sang Khaliq nanti.

Dinamika pembelajaran inilah, penulis memunculkan ketiga titik sasar utama buku ini seperti fakta data-data lapangan pelaku MLM yang buruk, namun menyisakan pembelajaran untuk menghamba kepada kemanusiaan dan ketuhanan. Agen MLM membutuhkan ML Learning, agar tidak berhenti belajar hanya telah mencapai sukses materi. Pembelajar wajib merubah diri dan lingkungan menjadi baik sesuai tuntutan risalah Muhammad SAW yang termaktub di dalam al-Qur’an dan as-Sunnah. Tema belajar ML Learning ini perlu diapresiasi dan diaplikasikan ke tataran praktek pembelajaran masyarakat, agar tiap individu mampu belajar secara wajar. Problema pendidikan Indonesia amat kompleks, demikian banyak warga tak mampu sekolah. Kita baca tujuan pendidikan arahan UUD 1945 Pasal 31 bahwa ’setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan’, ’setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya’.

Maka peluang dan tantangan itu ada di masyarakat sendiri untuk mandiri di luar institusi belajar resmi yang disediakan pemerintah. Warga masyarakat perlu bekerja sekaligus belajar selamanya di manapun termasuk diperoleh melalui lembaga bisnis MLM. Untuk sampai kepada idealisme pembelajaran ML Learning, wadah bisnis MLM menjadi pintu pilihan masyarakat. Sedang LL Learning dibutuhkan agar nilai-nilai positif yang didapat pembelajar siap apa adanya menghadapi usia akhir, semacam sarana rileksasi saringan terakhir sebelum kematian itu datang. Baik ML Learning maupun LL Learning memberitahukan pada kita bahwa melalui MLM bisa pula didapat pembelajaran tanpa batas, baik sukses material dan lebih penting adalah kesiapan spiritual sebelum menghadap Sang Khalik. Pembelajaran itu bisa disarikan dengan penjelasan berikut:

Pertama, sikap apriori teerhadap MLM sungguh merugikan dan membuat gundah. Usaha jual beli barang dan jasa dengan pola jaringan dinilai salah dan tidak baik itu tidak lebih karena agen pelakunya dan bukan sebab perusahaan atau sistem penjualannya. Dari kata MLM yaitu marketing terlalu banyak tarik menarik kepentingan keilmuan, yang ujungnya akan kembali penilaian pada prilaku transaksi bisnis manusia pelakunya dan sekali lagi bukan materi yang dijual-belikan atau bagaimana produk itu dijalankan. Sistem marketing di dalam perusahaan MLM tentunya telah diatur oleh Deperindag dengan keluarnya Surat Izin Usaha Penjualan Langsung (SIUPL) yang melindungi kepentingan konsumen. Persinggungan dengan materi buku ini adalah soal pembelajaran MLM yang sangat posistif dapat membantu masyarakat mentransformasi dirinya dan bukan dimaksud untuk yang lain. Jika terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan ber-MLM, signal masyarakat akan berbunyi keras dan yang bermasalah akan ditinggalkan atau mati terlupakan.

Kedua, soal prilaku transaksi bisnis MLM akan terpulang kepada agen distributor dan leader pengembang jaringan. Keberanian menentukan sikap dan ketegasan menerapkan prinsip-prinsip kejujuran, idealisme dan integritas adalah keniscayaan yang harus dipertanggung-jawabkan kepada masyarakat. Kepemimpinan MLM harus mampu mengeksplorasi kultur pembelajaran, menyeimbangkan nilai-nilai teoritis dan praktis, memahami proses perubahan prilaku belajar agen, merangsang proses belajar mandiri pada komuinitas, merespon mebutuhan lokal dalam konteks umum dan global (Komar, Oong, 2006:259). ML learning memberi terapi elementer bagi pelaku bisnis MLM, bahwa setiap mereka patut berusaha beretika baik untuk selamanya. Semua hal bisa dijadikan materi pembelajaran, bahkan berasal dari hal-hal sederhana. Pemberdayaan dan pengembangan potensi diri ini akan terus berjalan dinamis seperti ciri manusia yang hidup tanpa batasan ruang waktu pembelajaran. Siapapun mesti belajar jika dia inginkan perubahan menjadi baik. Yang tak mau berubah berarti statis alias mati suri, pasti akan ditinggalkan orang lain.

Ketiga, makna terakhir bahwa pembelajaran harus berproses mengikuti perubahan dinamis manusia, belajar bisa dimulai dari diri sendiri untuk waktu tak terbatas hingga kematian. Energi perubahan ini melahirkan keinginan-keinginan manusiawi yang akan mewarnai naik turun ragam perjuangan hidup. Ekses positif atau negatif atas pengalaman perubahan itulah tanda kehidupan pembelajaran manusia. ML learning adalah keharusan yang tiada mungkin ditinggalkan selama hidup. Bukankah manusia selalu belajar dari pengalamannya sendiri lalu mencoba terus bangkit dari kesalahan itu menjadi sempurna kembali. Ciri pembelajaran demikian bisa dilakukan kapan dimanapun melintasi ruang dan waktu, terutama melalui wadah bisnis MLM.

Sarana mencari pengalaman dan pembelajaran tentang kehidupan, akhirnya perlu dibawa kepada keyakinan persiapan menghadapi kematian, dan itulah makna Long Life Learning. Merealisasikan cita cinta akan nilai-nilai kehidupan serta membuktikan potensi pribadi di hadapan manusia lain sebagai pola penegasan dinamisme hidup manusia. Disini seseorang yang enggan belajar dan berubah menjadi baik, sejatinya dia mengingkari ciri hidupnya atau memposisikan diri tanpa makna di hadapan makhluk lain. Dengan demikian 3L adalah keharusan yang melekat dalam diri dan kehidupan ini, jikapun tidak belajar sepanjang hayat artinya menafikan substansi keberadaan wakil Tuhan di bumi. []

Sumber:

Buku “Multi Level Learning”, Andi Mudhi’uddin, Saroba, Yogyakarta, 2009.

Qasidah Kristen

Hati-hati lah para penggemar qasidah, waspadalah..ada kiriman peringatan tertulis dari tetangga sebelah. Pasalnya, sentuhan seni dakwah islam ala qasidah bisa dijadikan alat pemurtadan. Ini dilakukan oleh seorang penginjil mengaku asal lamongan, Jawa Timur. Ia merilis album qasidah Nasrani yang berisi enam lagu berbahasa Arab, dua lainnya berbahasa Indonesia dan Ibrani. Keenam lagu berbahasa Arab itu berjudul “Isa Almasih Qudrotulloh, Allahu Akbar, Laukanallohu Aba’akum, Isa Kalimatullah, Ahlan Wasahlan Bismirobbina, Nahmaduka Ya Allah”.

Pada sampul kaset yang berdurasi 40 menit, terdapat hiasan kaligrafi khat Arab yang melingkari kata Ta’alau ilayya. Masyarakat awam bisa terkecoh dan menganggap sebagai kaligrafi al-Qur’an. Padahal, kaligrafi ini berbunyi :”Ta’alauu Ilayya ya jamili’al mu’tabiina watstsaqiilii al-ahmaali qa ana urihukum.”.

Kalimat ini adalah terjemahan bahasa Arab Injil Matius 11:28-30, “Marilah kepadaku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Dalam pengantarnya, sang vokalias yang mengaku sebagai mantan ustadz dari Lamongan itu menulis, “Syukron Alhamdulillah puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yesus karena begitu besar kasih karunia-Nya sehingga album ini bisa terselesaikan dengan baik tanpa halangan suatu apapun. Kami sangat berharap, dengan album bahasa Arab ini, bisa menjadi berkat untuk semua kalangan dan dapat dimengerti serta diterima oleh semua masyarakat. Selain daripada itu, dengan lagu bahasa Arab ini semoga bisa mengubah paradigma masyarakat akan kekristenan secara benar.”

Jelas sudah, lagu Kristen berirama padang pasir ini bertujuan menjajakan ajaran Kristen dan doktrin Ketuhanan Yesus pada semua orang. Langkah ini salah besar, karena bertentangan dengan ajaran Yesus.

Pertama, Yesus tek pernah memerintahkan para muridnya untuk memanjatkan puji syukur padanya. Injil Lukas mengisahkan, seorang pengemis tuna netra di Yerikho yang disembuhkan Yesus dengan izin Allah hingga bisa melihat, bergembira dengan bersyukur pada Allah, bukan pada Yesus (Injil Lukas 18:35-43). Seluruh rakyat yang menyaksikannya pun turut memuji-muji Allah, bukan Yesus. Ketika memasuki kota Yerusalem dengan mengendarai keledai, Yesus diiringi murid-muridnya dengan gembira seraya memuji Allah, bukan Yesus (Lukas 19:35-37). Para Nabi dalam Perjanjian Lama juga tak ada yang memanjatkan puji-pujian pada Yesus. Mereka hanya memuji dan bersyukur pada Allah. Nabi Daud mengajarkan untuk memuji Allah (I Samuel 25:32, Mazmur 41:14, mazmur 113:1, Mazmur 150:1). Selain itu, memanjatkan puji syukur pada Yesus nertentangan dengan Alkitab. “Terpujilah nama Allah dari selama-lamanya sampai selama-lamanya, sebab dari pada Dialah hikmat dan kekuatan” (Daniel 2:20).

Kedua, Yesus mewanti – wanti pada murid untuk menyebarkan ajarannya hanya pada domba-domba yang yhilang dari umat Israel . Mewartakan ajaran Yesus pada bangsa lain adalah sebuah penyimpangan di mata Yesus (Injil Matius 10:5-6). Pada side A di mulai dengan lagu “Isa Almasih Qudrotulloh”. Liriknya antara lain berbunyi, “Isa Almasih Qudrotulloh. Lianna fiihi a’laanallohu. Ana huwa thooriiqu walhaqqu walhabaatuhu. Laa baaji’uu ahadun ilal aba illa bib”. Dalam album ini, kalimat tersebut diartikan : “Isa Almasih kekuatan Allah, di dalam dia nyata kebenaran-Nya. Akulah jalan, kebenaran dan hidup, tak seorangpun yang datang kepada Bapa kecuali lewat aku.”

Penginjil menganggap, umat islam akan tertipu dengan hal – hal yang berbau Arab. Mereka berharap, umat Islam bisa digiring pada doktrin Kristen melalui “budaya Islam” sendiri. Padahal, umat Islam tak sebodoh itu. Umat Islam justru akan tertawa, mencibir lantunan sang penginjil ini. Apalagi, syair yang didendangkan menyalahi kaidah bahasa Arab. Kata “al-qudrotu” dan “al-hayatu” yang seharusnya ditulis dengan huruf ta’ marbuthph (tertutup) justru ditulis dnegan huruf ta’ maftuhah (terbuka). Kata “almasiihu” ditulis tanpa memakain huruf “ya”. Kata “ath-thoriiqu” yang seharusnya “ma’rifah” (definite) ditulis “nakirah” (indefinite). Kata “al-hayaatu” yang sudah jelas ma’rifat, dijadikan mudhof (disandarkan) pada dhomir (kata ganti) “hu” (dia). Ini membuktikan, pengakuan sang penginjil sebagai mantan ustadz layak diragukan kebenarannya..

Syair “Lianna fiigi a’laanallohu” yang diterjemahkan menjadi “di dalam dia nyata kebenaran-Nya”, sama sekali tak jelas juntrungannya. Kata “a’laan” berasal dari “a’lana-yu’linu” yang berarti “mengumumkan”. Kata “i’laan” berarti “pengumuman”. Oleh bahasa Indonesia diserap menjadi “iklan”. Maka “lianna fiihi a’laanallohu” tak bisa diterjemahkan dengan tepat karena akan menyalahi kaidah bahasa Arab. Dalam injil berbahasa Arab, syair ini terdapat dalam tulisan Paulus yang memusuhi Yesus. “Lianna fiihi mu’lanun birrullohi” (sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah). (Kitab Roma 1:17). Syair yang paling fatal kerusakannya adalah “Ana huwa thoriiqu wal-haqqu wal-habaatuhu. Laa baaji’uu ahadun ilal aba illaa bib”. Jika kalimat ini ditanyakan pada orang Arab, mereka tidak ada yang paham. Kalimat ini diambil dari Injil Yohanes 14:6 yang sangat populer di gereja. Dalam ayat ini, teks Arab yang benar adalah “ana huwa ath-thoriiqu wal-haqqu wal-hayaatu. Laisa ahadun ya’tii ilal aabi illaa bii”. *****

Lirik dan syair qasidah Kristen karya penginjil asal Lamongan, Jawa Timur yang menyebut dirinya Yosua, memang kental bahasa arabnya. Tujuannya jelas, agar umat Islam bisa disusupi ajaran Kristen, Tapi, umat Islam bukan kaum terbelakang yang mudah diperdaya. Meski dialihbahasakan ke seribu bahasa, jika isinya tentang trinitas dan yesus kristus, umat sudah paham.

Bahasa Arab yang digunakan disini salah susunan tata bahasanya, sang penginjil akan tertipu oleh dirinya sendiri. Misalnya syair lagu Isa Kalimatulloh. “Fii-bad’i kana al-kalimah. Wa kana al-kalimatu kana ‘indillaahi. Huwa fii-bad’i kana ‘indillaahi. Bihi ma kana kullu syai’in wa bighoirihi makana syai’in mimma kana”. Sang penginjil, seharusnya menulis “indalloohi” bukan “indillaahi”, Kata “al-kalimatu” tidak memakai huruf alif. Kata “wal-kalimatu” ditulis “wa kana al-kalimatu”. Padahal, syair ini mengutip Injil Yohanes 1:1-3. Lagu berjudul “Nahmaduka Ya Allah”, lirik dan syairnya mirip dengan qasidah umat Islam. Secara umum, syairnya tak bermasalah secara akidah Islam. Berikut kutipannya : “Nahmaduka ya Allah, nahmaduka ya Allah, Ana nad’u la asmika, ana nad’u la asmika. Allahy ma’rufun lil-mustaqim sholihun lianqiyail qulub”. Terjemahannya, “Kami syukur ya Allah. Aku serukan nama-Mu. Allah itu sungguh baik bagi yang bersih hatinya”. Tapi, secara kaidah bahasa Arab, banyak kesalahannya. Misalnya, kata “ma’ruuf”, “syukur” dan “al-quluub” ditulis tanpa huruf “wawu mati”.

Persoalannya, syair ini menjadi alat propaganda Yahudi dengan menyisipkan kalimat “Allahu ‘adhimun fi Isra’il” ( Allah itu terkenal di Israel ). Pesan rasialis lain, misalnya pernyataan tidak ada Allah kecuali di Israel . “Sekaang aku tahu, bahwa diseluruh bumi tidak ada Allah kecuali di Israel . Karena itu, terimalah kiranya suatu pemberian dari hambamu ini” (II Raja-raja 5:15). Demikian juga dengan lagu berjudul Allahu Akbar. Lirik dan nadanya serupa dengan qasidah umat Islam. Syairnya juga cukup bagus. Berikut kutipannya, “Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar, pujilah asma Allah. La ilaha illallah, Tinggikan nama Tuhan. Allahu Akbar fil jannah, tiada yang seperti Dia. Allahu Akbar fiddunya, Allahu Akbar fil-jannah, Allahu ya Allah, pujilah asma Allah”. Tapi, yang serupa belum tentu sama. Karena, dalam syair Allahu Akbar ini diselipkan kalimat “Ya Robbi Al-Masih”. Kalimat inilah yang melanggar akidah Islam. Dalam Islam, Allah SWT memiliki sifat Maha Besar (al-kabir). “Sesungguhnya Allah, Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS al-Hajj:62, baca juga ar-Ra’d:9 dan al-Mukmin:12). Karena tak ada sesuatupun yang serupa dengan Allah (QS asy-Syura:11, al-Ikhlas:4), satu-satunya yang layak dan berhak disebut Allahu Akbar (Allah Maha Besar) hanya Allah SWT. Menyebut makhluk ciptaan Allah sebagai Allahu Akbar adalah pelanggaran akidah, disebut musyrik (mempersekutukan Allah). Keesaan Tuhan dalam Islam juga diakui teolog kristen. Pendeta Dr. Harun Hadiwijono mengakui dalam bukunya Inilah Sahadatku. “Bagi agama Islam dosa yang tidak dapat diampuni adalah syirik, yaitu mempersekutukan Allah. Dalam al-Qur;an surah 4:48 disebutkan, Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, sekalipun Tuhan berkenan mengampuni dosa selain daripada dosa syikrik itu. Agama Islam memang menekankan sekali keesaan Allah,” (hlm 195). Jadi, syair qasidah yang menyebut Isa Almasih sebagai Allahu Akbar, adalah dosa besar yang memusyrikan Allah. Karena Nabi Isa menolak penuhanan terhadap dirinya (QS al-Maaidah:116-118).

Kemusyrikan itu bermula dari doktrin Trinitas (tritunggal) yang diyakini umat Nasrani. Brosur yang dikeluarkan Sekolah Tinggi Teolog Joseph KAM menyebutkan, Allah Tritunggal terdiri dari tiga pribadi, yaitu Allah Bapak, Allah Anak (Yesus) dan Allah Roh Kudus. “Allah memiliki tiga pribadi yang setara, sehakikat, sekehendak, satu zat, tidak bercampur, tidak berpisah dan tidak berasal mula. Allah bukan hanya Bapak saja, tapi juga Yesus dan Roh Kudus. Bapak bukan Allah dalam keseluruhannya, tapi juga Yesus dan Roh Kudus. Yesus Kristus adalah seratus persen Allah dan seratus persen manusia, namun Allah bukan hanya Yesus Kristus saja, tetapi juga Bapak dan Roh Kudus.”

Doktrin diatas adalah slogan yang tidak bisa dibuktikan secara ilmiah, karena tak sesuai dengan fakta yang ada. Bibel sendiri menunjukkan bahwa Yang Maha Besar hanya Tuhan, “Sebab Tuhan Maha Besar sangat terpuji, Ia lebih dahsyat daripada segala Allah,” (Mazmur 96:4). “Tuhan itu Maha Besar dan Tuhan kita itu melebihi segala Allah,” (Mazmur 135:5). Sifat Tuhan kekal tak berubah selamanya (Maleakhi 3:6) dan tidak ada yang menyamai-Nya karena tak ada ilah sebelum dan sesudah Dia (Yesaya 43:10). Bibel juga menantang manusia yang ebrbuat musyrik pada-Nya, dalam firman-Nya, “Jadi dengan siapa hendak kamu samakan Allah dan apa yang dapat kamu anggap serupa dengan Dia?” (Yesaya 40:18).

Faktanya, tak ada yang berani menjawab tantangan ini, termasuk Yesus Kristus yang diklaim sebagai “Allahu Akbar” oleh para penginjil. Padahal, Yesus sendiri tak berani menyebut dirinya Allahu Akbar. “Bapaku, yang memberikan mereka kepadaku, lebih besar daripada siapapun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa,” (Yohanes 10:29).

Kini, setelah dua puluh abad sepeninggal Yesus dari dunia, muncul penginjil yang lancang memberi gelar “Allahu Akbar” pada Yesus. Gelar ini jelas salah alamat. Selain salah secara teologis, syair qasidah yang diciptakannya juga salah secara bahasa. Sekedar pendalaman aqidah silahkan baca beberapa artikel di web ini yang membahas hal Teologi Kristen dan sarana dakwah mereka. []

Bangun Malam

Qiyamul Lail

Bangun tengah malam bagi pencari hikmah,

untuk apa mengapa disarankan

ternyata mengandung inspirasi dan pengalaman

dijanjikan akan sempurnakan hidayah

baik insting, indera, akal, agama dan bimbingan-NYA

siapa lakukan itu berada di maqam terpuji

tutur katanya bernas

wajahnya berseri-seri bersih menghitam

dia diampuni dan terbebas dari dosa

dan ini: kekebalan tubuhnya meningkat!

Mungkin ini prasyarat orang bertaqwa

karena akan memudahkan pelaku shalat malam

pribadi ahli ibadah jadi pemaaf, tegas, rendah hati

lebih sabar, tanpa pamrih, dermawan, berprestasi

mamun tidak sombong seperti QS al-Furqan 63-77.

Orang bertaqwa akan diberi solusi, rizki datang sendiri

Allah memudahkan hidupnya

dibersihkan seluruh keburukannya

dilipat gandakan pahalanya

Allah menjadi wakil dirinya: QS at-Tholaq 3-6

Dia yang menyelesaikan taqdir

penyempurna kadarnya di ujung malam. []

Jk 1.24.2009 andimhd@yahoo.com

Ki Ageng Gribig

Syekh Wasibagno
Kyai Ageng Gribig Jatinom

Asal keturunan kyai-kyai Jawa memilki akar yang sama, yakni para wali sunan pembawa islam ke tanah jawa dari jalur Arab, mereka memiliki padepokan pesantren dengan asimilasi kuat budaya setempat. Nama terkenal di era kini adalah Wali Songo terutama Sunan Malik Ibrahim yang berpengaruh besar melahirkan Kerajaan Demak Bintara. Di masa peletakan dasar Mataram Islam ini terdapat nama Ki Ageng Gribig (KAG) yang dikenal sebagai “Syekh Wasibagno”, kata wasi berakar dari akar kata wasiat yakni bahwa beliau pemegang wasiat dakwah islam wilayah tengah tanah Jawa di Jatinom Klaten.
Silsilahnya menurut Indarjo seorang Wedana Jatinom pada rapat panitia Yaqawiyyu tanggal 11 Sapar 1884 / 30 Oktober 1952 dalam buku Riwayat Kyai Ageng Gribig Jatinom Klaten, mengarah langsung kepada Raja Brawijaya Majapahit. Menurut sumber ini, keturunan langsung beliau adalah:

1. Kyai Gambiran
2. Kyai Gribig II
3. Den Mas Sahid (ibu dari Pajang)
4. Kyai Tafsir Imam
5. Ki Bagus Kentolingalas

Sumber lain mengatakan bahwa putra putri beliau juga Nyai Ageng Penganten dan Kyai Ageng Lebak yang memiliki putera Kyai Ageng Abdul. Nama KAG juga menurunkan pendiri Muhammadiyah, yakni Kyai Haji Ahmad Dahlan. Data selengkapnya bisa kita baca berikut ini:

Maulana Malik Ibrahim, Maulana Ishaq, Maulana Ainul Jaqina,
Maulana Mohammad Fadlu’llah (Prapen), Maulana Sulaiman Ki Ageng Gribig (Djatinom),
Demang Djurang Djuru Sapisan, Demang Djurang Djuru Kapindo, Kijai Iljas, Kijai Murtadla,
K. Hadji Mohammad Sulaiman, K.H. Abubakar, K.H. Achmad Dachlan (Mohammad Darwis).

(Sumber :
MUHAMMADIJAH SETENGAH ABAD 1912-1962
Diterbitkan oleh Departemen Penerangan RI Djakarta, 23 Djanuari 1963).

Di dalam kompleks makam KAG di Jatinom Klaten tersembunyi kekayaan sejarah tak terhingga yang dapat membuka fakta terlupakan, bahwa tanggung jawab Muhammadiyah tidak terhenti sepeninggal pendirinya, seperti soal simbol-simbol kejawen di dalam makam dan hal-hal menyangkut amal ibadah terkait. Generasi muda islam perlu membaca makam sebagai candi dengan menggunakan semiotika (semiologi), seperti di dalam kompleks Makam KAG terbaca jelas lambang Majapahit, sebagaimana bahwa lambang Muhammadiyah adalah hastabrata yang juga banyak terdapat di komplek Makam Trowulan. (Perkempalan Tjap Orang Jadzab, TOJ, Jogjakarta, 2008).

Menelusuri Islam di Era Majapahit:

Dari acara Waosan TOJ saat Hantlusuri Tapak Tilas Yasan Kyai Ageng Gribig Jatinom, 11 Desember 2008 terungkap bahwa sesungguhnya KAG saat awal 1501M-1600an) adalah figur yang amat berpengaruh menyiapkan kekuatan Kstatria Mataram termasuk seorang figur guru utama dari Sultan Agung Hanyakrakusuma (SA) mulai 1613 – 1646 dan penyiapan pasukan Mataram ke Batavia. KAG seperti tersebut di atas dan terbukti kemudian amat berpengaruh dalam diri SA beserta kebesaran nama beliau dalam sejarah islam Jawa.

Berdiri Beteng Kotagede 1506, tanda berdiri kraton di alas Mentaok dekat Kotagede sekarang. Ramanda beliau Pangeran Senopati (PS) jumeneng 1582 berjarak masa 80 tahun dari era berdirinya Beteng Kotagede Mataram. Sultan Agung jumeneng di Kraton Kotagede 1617 saat beliau masih berusia 15 tahunan yang waktu kecil bergelar Raden Bagus Jatmika dan dalam berguru agama islam beliau dikirim oleh PS kepada KAG Jatinom, saat itu berusia 5 tahun-an telah menghafal al-Qur’an al-Karim. Dalam mendidik, oleh KAG Jatmika kecil diberi Cincin Merah Delima lalu dibacakan kitab-kitab agar Jatmika menyimak bacaan serta diiringi suara Kodok Ngorek, istilah bahasa Arab yang artinya Qadha Qari, bahwa KAG sebagai pembaca tugas-tugas tanggung jawab keislaman pada Jatmika kecil. Kelak saat dewasa bahkan diakui keislaman Jatmika ini dalam jejak sejarah islam dunia.

Sultan Agung lalu pindah ke Kerta, namun tetap beliau amat menghormati KAG yang dibuktikan dengan berdirinya Masjid Alit Jatinom Klaten, dibangun oleh SA dengan cara “melanting” bahan-bahan material masjid kesemuanya dari Kraton Kotagede, bisa dibayangkan berapa KM jarak dan berapa panjang manusia melanting material bangunan saat itu. Bukti lain beliau sangat dihormati oleh Sultan adalah ketika Raden Jatmika telah dianggap cukup ilmunya, dipanggillah dia ke Sunan Tembayat Samarang, disana sebetulnya Tembayat telah tiada, hanya menemui pusaranya untuk bekti dan berguru. Keberadaan KAG juga terngiang saat Sultan berada di Wotgaleh Ngayogyakarta, SA tetap berkait pada gurunya. Wiritnya saja Ya Qawiyu Ya Aziz adalah senjata perang Sabilillah 1628 dan1629 ke Batavia, dari wirit ini kini dikenal tiap bulan Sapar Kalender Jawa ada Upara Yaqawiyyu di Jatinom, fakta bahwa betul-betul KAG amat penting posisinya dalam sejarah Mataram Islam.

Era ke belakang yakni sebelum Mataram ada Pajang, Demak, lalu ada nama Bre Kertabumi (Brawijaya v) raja Majapahit. Pelajaran Sejarah mengajarkan bahwa kerajaan ini merupakan Kerjaan Hindu, padahal data makam di Tralaya Trowulan Mojokerto terdapat kompleks Trah Ulama Majapahit, seperti makam Pusponegoro, Sayyid Jumadil Kubro, kturunan ke-8 Nabi Muhammad SAW, disana terdapat 3000an makam dan janazah tidak diaben (dibakar) seperti layaknya penganut Hindu Bali misalnya. Bukti lambang hastabrata Surya Majapahit banyak kita temui di komp[leks tersebut, termasuk inskripsi kalimat tauhid, tanda hilal bulan sabit, tulisan qullu syain haaliqum illa wajhahu, akasara jawa banyak pula tertera disamping tulisan wa allah a’lam dan warna warni kalimatullah disamping simbul kala (mangsa, era, zaman), naga, yoni atau aneka ukiran jawa islam lain.

Suryo Majapahit dapat dilihat pula di buku sejarawan barat seperti Denys Lombart pada edisi Nusa Jawa jilid 1 sengaja memuat hastabrata Surya Majapahit itu secara terbalik, serta lambang ini juga terlihat sama persis dengan lambang yang dipergunakan oleh Perserikatan Muhammdiyah. Surya Majapahit dan hilal juga bermakna kayun-darain dari kalimat Hayyun fid daarain hidup dalam dua alam yaitu dhahir dan ghaibiyah, sebagai kesadaran keimanan telah terbentuk di era Majapahit yang digolongkan Hindu itu. Tersebut juga pada Serat Sabdopalon Nayagenggong dan babad tanah Jawi lain bahwa Raja Brawijaya V telah memeluk islam. Jika Islam hanya mementing persoalan formal (dhahiriyah) saja, maka lahirlah 500-an tahun dari masa babad tersebut era dakwah islam akan kembali kepada budi pekerti, pada hal-hal bathiniyah. Menurut penjaga makam mataram di Ngayogyakarta Hadiningrat bernama Mbah Sopiyan, 107thn, orang yang sangat mengenal makam-makam tua di seluruh Jawa Tengah bahwa KAG memang keturunan Brawijaya V.

Bukti lain di dalam kompleks makam Demak Bintara juga terdapat Surya Majapahit dan lambang laut, artinya bhw Raden Patah yang bergelar Syah Alam Akbar ke-1 selaku Panglima Angkatan Perang Majapahit. Sunan Adipati Unus ke-2 telah syahid dalam peperangan mengusir Portugis di Selat Malaka, ke-3 Sunan Trenggono dan kepemimpinan beliau dilannjut oleh Sunan Prawoto Syah Alam Akbar ke-4 dan seterusnya dalam mengusir penjajah. Nama KAG sejak masa Demak telah beperan sangat besar menyiapkan energi para ksatria dan bintara, istilah wali juga melekat pada KAG, bermakna pengemban tugas kewalian sebagaimana para aulia’, KAG adalah seorang kyai yang dengan caranya diatas telah menegakkan dakwah islam di tanah jawa. Maka melupakan akar kesejarahan dengan simbol-simbol keagamaan di sejumlah makam kyai juga persoalan besar yang kini melanda banyak pegiat syiar agama terutama Islam di tanah Jawa []
(Sumber: Dok Waosan TOJ oleh Herman Sinung Janutama, 11/12/2008 pukul 22.30 di Komplek Makam KAG Jatinom).

forum_fdk@yahoo.com

MYTHS OF JAVA MAN

MYTHS OF JAVA MAN

In Serat Ajisaka, it was a Prince from Jambudvipa tahun 78 M call for a wisdom along the way from West-Asia walking to the East where the giant live. Ajisaka found the island every where all the people ate jawawut-rice as their food provisions, then called the island “Nusa Jawa”. He took a walk to the East more then found two giants matching stumble till they die, both hold on lontar-papers, once with Purwa script and second used Thai characters, as that two letters brought in one pattern known to the new twenty Javanese Characters: Ha Na Ca Rag Ka. The time run along age and the generations build rapidly quick means, Nusa Jawa has huge civilized by the visiting of Prince Ajisaka of Jambudvipa, they were creative force, creative power, in their thought and also idea, they hold on close in tradition and culture.

The myths above means Java and the Javanese people were good civilized looked like Indian or Chinese, none different between fact and myth to the daily life of the big nations. The relationship between Java – India – China were very intensive, it was the similar rich story found as Ajisaka story in these cultures of three countries and told from generation to generation after. In 100 M came here to the Java island spiritual visitors, they carry on shoulder and trade also investigated all the population or took a pleasure to the mountain, agricultural field, to the beach, coast and seashore. Great and intensive contact between those foreign people has flowed to the new mix-culture in the island, historian couldn’t saw and understood well whether it was Javanese or India culture in genuine. It was also to the Chinese influence after that contact and give cultural effect to the island, specially from the Moslem Commerce to the North of coastal area of Java.

Cause of those time history who was the Javanese great-grandparents, respectful term of reference and address for elderly persons in the island. They were an other detail evidence fossil Homowajakensis, brain volume 1000–2000cc founded by Eugene Dubois and Van Richoten in Malang East-Java year 1889. There were also species Meganthropus Palaejavanicus by Ralph von Königswald in Sangiran (1936-1941) Middle-Java. Afterward the Paleoanthropologic examined carefully and supposed the reason of tropical weather in Java was familiar to the species, also cause of unity continent Asia to the Australian land in the past. That’s all the proof any migrations people in this island space run along centuries to the fossil periode. The Javanese proof and evidence need a concept to read, which those running society brought their words, woods, stone, candi, temple or shrine, of course needs semi logy – semiotic. In philosophy used semiotic, linguistic then so effective like animal fossil and the other evidence above to understand all human, tradition and their cultural life, this case when the Javanese knew about believe and religion (Hindu-Budha-Islam), when they had agro-economical tradition. Multi species Homo Sapiens found here may told mysterious of modern Java people, also in this kind we found the effect of Indonesian Flora and Fauna to the century.

Those period Hindu came to the island (100M) told any Java Pantheistic believe that there was a super energy to human being thought which known as many menhir, stone and temple to pray Gods and also Brahma-Visnu-Syiwa. Visitor of Hindu Temple Prambanan near of Yogyakarta found an other proof to understand that the Javanese myth exist many centuries ago so long like the old believes of Babylon, Assure or Mesopotamia; ANU authority of Heavens, ENHIL authority of the Earth dan EA authority of Ocean. The traditions believe trinitities in Egypt 2nd C. were Horus-Isis-Osiris, and era of Ramses II was Amon-Ra-Nut (The Short History of Six Worship, H. Cutner, London, 1904, page 16). Trinities here also connected to the Christianity; Allah as Father, Allah as Son and Christos of Nicaea Consilie Agreement (325M) lead King Constantine in Constantinople and agreed also by the era of King Theodosius year 381M. So here we found syncretism to the Javanese believe and cultures, specially after fall of Majapahit Kingdom those would colonialized till the modern era. Read please Koentjaraningrat, 1984, page 314, that all people believe and culture were mixed between animism, hinduism, budhism, christianity and islam.

Literature:
1. Lombart, Denys, 2005, Nusa Java, Gramedia, Jakarta.
2. Koentjaraningrat, 1984, Kebudayaan Jawa
3. Jejak Peradaban Jawa, 2006, individual document.
4. http://forumfdk.blogspot.com; http://dtur88.wordpress.com

Konsep Kerja (2)

KONSEP KERJA MENURUT AGAMA

(2)

Harun Yahya dalam Lets Learn Our Islam mengingatkan untuk apa manusia hidup, pekerjaan yang dikehendaki Allah SWT dan tanggung jawab manusia terhadap pencipta sebelum hadirnya masa akhir zaman; bahwa kesulitan hidup di dunia akan membuat kaum muslimin lebih memahami hakekat surga. Selanjutnya dia mengatakan:

“Kita mengalami berbagai kesulitan di dunia ini, seperti sakit, mengalami patah tangan atau kaki, merasa sangat dingin atau panas, perut lapar, atau kulit memar, dll. Lihatlah foto orang tua saat masih muda dulu, dan pikirkanlah tentang wajah mereka sekarang. Anda akan melihat perbedaan. Itulah kelemahan manusia di dunia ini. Tak satu pun kelemahan itu ditemukan di akhirat. Begitu kelemahan di dunia ini direnungkan, kita bisa mengenal kehebatan surga dengan baik. Memasuki surga menghapus semua penderitaan. Pikirkanlah hal-hal yang tidak disukai di dunia ini… Di akhirat, semua itu tidak akan ada lagi.”

“Surga dihias dengan nikmat-nikmat yang paling disukai oleh manusia. Segala hal terbaik dari isi dunia ini ada di surga, dalam bentuk yang sempurna. Manusia tidak pernah merasakan dingin atau panas di surga. Mereka tidak pernah sakit, takut, berduka, atau menjadi tua, tidak akan ditemukan orang jahat di sana. Ini karena orang jahat mereka tidak mempercayai Allah bahkan mengingkari-Nya, mereka akan tinggal di neraka, tempat yang pantas buat mereka. Orang-orang di surga berbicara dengan lemah lembut satu sama lain. Mereka tidak pernah mengumpat, marah, berteriak, atau saling menyakiti. Seluruh orang baik yang mempunyai keimanan sejati atas keesaan Allah, dan orang yang beramal demi ridha Allah pantas mendapat surga dan akan berada di sana, berkumpul sebagai teman selamanya.”

“Dari Al Qur’an kita tahu bahwa hal-hal luar biasa terdapat dalam surga: kediaman yang luar biasa, taman-taman teduh, dan sungai yang mengalir menambah sukacita penghuninya. Memang, apa yang telah kita gambarkan di atas belumlah cukup untuk melukiskan nikmat surga, indahnya masih berada di luar khayalan manusia. Allah memberi tahu kita bahwa dalam surga, manusia akan mendapatkan lebih dari yang mereka pikirkan. Pikirkanlah sesuatu yang kamu ingin miliki atau tempat yang ingin kalian kunjungi. Dengan kehendak Allah, kau akan mendapatkan semua itu dalam sekejap. Dalam satu ayat, Allah menyatakan bahwa:

…. Kalian akan memperoleh di dalamnya apa yang kalian minta. (QS Fussilat: 31)

Al Qur’an yang menceritakan keindahan surga adalah sebagai berikut:

Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa: Di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasa, sungai-sungai khamar arak yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang disaring, mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka. (QS Muhammad: 15)

Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di dalam surga, yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal. (QS Al-‘Ankabut: 58)

(Bagi mereka) surga Adn, mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang emas, serta dengan mutiara, dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutera. (QS Fatir: 33)

Di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak, yang tidak pernah berhenti (berbuah) dan tidak terlarang mengambilnya, dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk. (QS Al-Waqi’ah: 28-34)

Allah juga memberi tahu kita bahwa orang-orang yang pantas mendapatkan surga akan tinggal di dalamnya selamanya:

Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekadar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya. (QS Al-A’raaf: 42)

Pada dasarnya, seorang yang beriman akan memperoleh kesenangan karena mendapatkan ridha Allah. Mengetahui dan merasakan hal ini adalah kesenangan terbesar yang kita rasakan di dunia,” demikian panjang lebar Harun Yahya menjelaskan konsep kerja bagi seorang muslim atas balasan kelak akan deterimakan di akhirat. Meski begitu Allah SWT menjamin rizki bagi kaum beriman dan juga bagi orang kafir (QS 2:126, 34:24), keberhasilan rizki bagi orang kafir dan kesenangan dunia lalu dimasukkan ke dalam neraka (QS 32:23-24). Ada hubungan antara kualitas kerja dunia dengan kualitas hidup yang akan dihadapi di kemudian hari, bahwa pemikirkan tentang kesulitan kerja di dunia akan menghantar manusia untuk berpikir tentang mati lalu saat-saat kebangkitan. Alasan adanya kehidupan setelah mati inilah yang paling mendasar di dalam konsepsi kerja seorang muslim yang pasti berbeda dengan saudara-saudara kita non-muslim.

Jangan lupa manusia selalu bisa memberi alasan untuk segala hal. Anda bisa meyakinkan orang lain, tetapi dalam kehidupan di akhirat yang segera dimulai setelah mati, anda tidak akan bisa memberi alasan apa pun untuk kesalahan dan dosa yang kalian lakukan di hadapan Allah, Yang Maha Mengetahui dan Melihat segala sesuatu. Sebab itu, anda harus memikirkan ulang soal ini. Jangan buang waktu lagi, dan mulailah berusaha keras menjadi orang yang dicintai oleh Allah.

…“Mahasuci Engkau! Kami tidak mengetahui apa-apa selain dari yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS Al-Baqarah [2]: 32)

ALKITAB MENJAWAB SOAL KERJA/BERKARYA?

Di dalam Alkitab 2 Korentus 13:4 Tuhan memberi kesaksian atas kelemahan manusia, yaitu Yesus juga memiliki kelemahan itu, maka bukanlah Allah dan tiada mungkin manusia dijadikan sandaran kesulitan hidup di dunia seperti soal bekerja mencari nafkah, berkarya dan seterusnya:

Karena sekalipun Ia telah disalibkan oleh karena kelemahan, namun Ia hidup karena kuasa Allah. Memang kami adalah lemah di dalam Dia, tetapi kami akan hidup bersama-sama dengan Dia untuk kamu karena kuasa Allah.

Itulah sebabnya Tuhan juga memberi solusi bagi kita yang masih tidak yakin atas kemanusiaan Yesus Kristus, seperti ketidak percayaan bahwa manusia bisa memberi solusi kerja, jikapun ada hanyalah pikiran manusia dan karena kerjma kerasnya. Jelasnya Yesus tak bisa membantu apapun jika yang dimaksud adalah Yesus Putra Maryam, hal ini sejalan dengan ayat-ayat lain Alkitab seperti dalam 2Korentus:

13:9 Sebab kami bersukacita, apabila kami lemah dan kamu kuat. Dan inilah yang kami doakan, yaitu supaya kamu menjadi sempurna.

13:10 Itulah sebabnya sekali ini aku menulis kepada kamu ketika aku berjauhan dengan kamu, supaya bila aku berada di tengah-tengah kamu, aku tidak terpaksa bertindak keras menurut kuasa yang dianugerahkan Tuhan kepadaku untuk membangun dan bukan untuk meruntuhkan.

Kelemahan manusia tetaplah manusiawi, jadi kerja keras otot manusia yang akan mengantarkan kekayaan, kemenangan duniawi dan bukan karena faktor Tuhan. Jika yang dimaksud adalah kekuatan doa, di dalam ayat diatas adalah sugesti dari dalam pelaku seakan Tuhan Yesus akan menolong. Pemahaman dasarnya seperti disebutkan Harun Yahya diatas, bahwa tiada mungkin menyekutukan Tuhan yang menjadi sandaran doa, Maha Suci Allah dari segala bentuk persekutuan, yang berarti Tuhan itu lemah tiada berkekuatan memberi solusi kerja.

Jelas Al-Qur’an, seperti QS Al-Waqi’ah lebih memberi solusi kerja bagaimana manusia menempatkan diri di hadapan Pencipta, karena Allah SWT dan bukan makhluq yang memberi pekerjaan, menumbuhkan tanaman, mengeluarkan barang hasil tambang bahkan air mengalir dari atas ke bawah demi kepentingan hidup dan kehidupan makhluq. Disinilah hubungan teologis konsepsi kerja, mulai sejak proses pencarian kerja diatas hingga cara-cara menggunakannya dan menafkahkan sebagian rizki yang Allah berikan itu justru demi kepentingan manusia, bukan kepentingan Sang Pencipta. Ketulusan manusia mengeluarkan zakat, infaq dan sedekah kepada delapan golongan manusia adalah semata demi kesejahteraan semesta lingkungan, sekali lagi bukan untuk kepentingan Allah SWT Yang Maha Kaya. Difahami disini justru makhluq bersikap menerima pemberian rizqi itu kemudian menyalurkannya kepada golongan yang berhak menerima adalah upaya pembersihan harta benda, menolong sesama yang membutuhkan, meniru sifat pemurah Allah agar manusia memiliki jiwa dan sifat-sifat rabbaniyah.

Di sisi lain Allah SWT sengaja menguji dan memilih siapa yang menjadi terbaik dengan janji pemberian pertolongan (QS 3:142) atau memberi cobaan kepada manusia apakah dengan kekayaan dan kemiskinan harta dia tetap menghamba kepada Allah, seperti ujian bagi kaum munafiq dengan peringatan keras bahkan pekerjaan yang akan mendatangkan siksa (QS 2:16, 7:96). Maka karya baik hanyalah atas nama Allah satu-satunya Rab Penentu Keberhasilan hingga ujian itu merupakan lahan ibadah, sebagaimana hubungan suami istri menjadi amal ibadah karena telah melewati perintahNya yakni hubungan lain jenis yang didahului nikah/ perkawinan. Rizki lain berupa kepandaian, kebijaksanaan atau sikap ketulusan dan bukan kebodohan maupun keputus-asaan. Rizki yang demikian bagi manusia adalah dengan mencari dan memperoleh ilmu pengetahuan dengan cara baik seperti dianjurkan agama lalu menggunakan ilmunya demi perbaikan karya lingkungan dan peningkatan kemampuan Sumber Daya Manusia.

Semoga jawaban singkat ini memuaskan saudara penanya di kolom komentar https://fdka.wordpress.com maupun alamat forum_fdk@yahoo.com beberapa waktu lalu. Hanya Allah SWT yang Maha Sempurna memberi jawaban-jawaban atas keresahan hati pikiran kita… So pasti diskusi kita akan berlanjut di kesempatan lain. Terimakasih.[ ]

Koren

Items of Intersest (3)

F&B – ROLE MODEL

F & B (Food and Beverage).

Ingat Sumanto yang hobinya makan daging bangkai manusia? Kalau yang ini daging dan darah segar.

Matthew/ Mat 26:26

Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: “Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.”

Matthew/ Mat 26:28Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.

Ngeri juga ya? Masih minat makan steak atau rendang? Terbayangkah saat melahap daging manusia dan minum anggur darahnya Yesus a.s? Kok kanibal begitu?

John/ Yoh 6:53

Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.

Enakan makan daging Qurban, halal. Makan daging anak Maria? Amit-amit.

Conflict of Interset.

Tahu kan maksudnya conflict of interest? Bila seseorang pejabat mengatur-atur suatu kerja sedemikian sehingga tindakan ini menguntungkan terutama dirinya pribadi dari keputusannya

Contohnya Nabi Daud. Menurut Holy Bibel, Nabi Daud a.s tega ngembat isteri anak buahnya dan bukan sampai disitu saja, oleh Beliau a.s anak buahnya kemudian disuruh diatur-atur pada posisi supaya terbunuh dalam peperangan. Demikiankah moralitas nabi dan raja besar menurut HB yang diimani? Apa pelajaran yang layak petik?

2-Samuel/ 2 Sam 11:3-4

(3) Lalu Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu dan orang berkata: “Itu adalah Batsyeba binti Eliam, isteri Uria orang Het itu.” (4) Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia. Perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya. Kemudian pulanglah perempuan itu ke rumahnya.

2-Samuel/ 2 Sam 11:15

Ditulisnya dalam surat itu, demikian: “Tempatkanlah Uria di barisan depan dalam pertempuran yang paling hebat, kemudian kamu mengundurkan diri dari padanya, supaya ia terbunuh mati.”

2-Samuel/ 2 Sam 11:26-27

(26) Ketika didengar isteri Uria, bahwa Uria, suaminya, sudah mati, maka merataplah ia karena kematian suaminya itu. (27) Setelah lewat waktu berkabung, maka Daud menyuruh membawa perempuan itu ke rumahnya. Perempuan itu menjadi isterinya dan melahirkan seorang anak laki-laki baginya. Tetapi hal yang telah dilakukan Daud itu adalah jahat di mata TUHAN.

Dari hasil merampok istri si Uria inilah lahir Salomo (2-Samuel 12:24) yang jauh dikemudian hari menurunkan Yusuf, ayah (daging)-nya Yesus a.s (Mat. 1:6-16)

Role Model

Pimpinan layak tiru, panutan rakyat

Disaat senja, meski telah diselimuti badan Daud a.s tetap dingin. Oleh para abdinya, dicarikan perempuan muda yang bisa menghangatkan tubuhnya. Tentu yang masih perawan dan cantik, meski katanya tidak diapa-apakan. Sedemikian parahkah “penderitaan” nabi besar yang dijadikan Role Model?

1 Kings/ 1 Raja 1:1-4

(1) Raja Daud telah tua dan lanjut umurnya, dan biarpun ia diselimuti, badannya tetap dingin. (2) Lalu para pegawainya berkata kepadanya: “Hendaklah dicari bagi tuanku raja seorang perawan yang muda, untuk melayani dan merawat raja; biarlah ia berbaring di pangkuanmu, sehingga badan tuanku raja menjadi panas.” (3) Maka di seluruh daerah Israel dicarilah seorang gadis yang cantik, dan didapatlah Abisag, gadis Sunem, lalu dibawa kepada raja. (4) Gadis itu amat cantik, dan ia menjadi perawat raja dan melayani dia, tetapi raja tidak bersetubuh dengan dia.

Sering mengenai Daud a.s ada khotbah Pandeta ditayangkan di TV. So pasti, conflict of interest maupun role-model diatas tidak akan pernah ikut dilantunkan.

Catatan:

Pesan untuk Bapak-Ibu : agar tidak terjadi tindakan juvenile delinquency, cegahlah anak-anak anda membaca Kitab Porno dan Sadis tipe ini daripada Bapak-Ibu menyesal kemudian. Sulit menerangkan kepada mereka adanya perawan yang WIL berbaring dipangkuan, akan menghangatkan dinginnya badan.

Sangat layak HB yang memuat kisah-kisah tidak bermoral direvisi saat naik cetak berikutnya atau bahkan pemerintah (diseluruh dunia, bukan hanya RI) mencekal dan melarang sirkulasinya. Irrasional[1], porno, kriminal, sadis.



[1] Revel./ Why 12:4 Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.

Bagaimana menghitung jumlah sepertiga bintang dilangit?